Motif
Lampung memiliki keunikan tersendiri yang sangat berbeda dengan motif
wilayah lain yang ada di indonesia, merunut sejarah Lampung mulai
mengenal seni tekstil sejak abad ke 18 bertepatan dengan masuknya
pengaruh kebudayaan India yang mulai masuk ke perairan Sumatera sehingga
pengaruh motif-motif Budha sangat kental di dalamnya. Motif yang paling
terkenal dan menjadi rebutan para kolektor asing adalah motif perahu
dan “pohon kehidupan” dua motif ini menjadi sangat khas bagi kebudayaan
Lampung dan merupakan trade mark Lampung di mata dunia internasional.
Jumat, 13 Januari 2012
Ragam Hias Nusantara pada Kain Tradisional
Ragam
hias adalah bentuk dasar hiasan yang biasanya akan menjadi pola yang
diulang-ulang dalam suatu karya kerajinan atau seni. Karya ini dapat
berupa tenunan, tulisan pada kain (misalnya batik), songket, ukiran,
atau pahatan pada kayu/batu.
Variasi
ragam hias biasanya khas untuk suatu unit budaya pada era tertentu,
sehingga dapat menjadi petunjuk bagi para sejarahwan atau arkeolog.
Ragam
hias Nusantara dapat ditemukan pada motif batik, tenunan, anyaman,
tembikar, ukiran kayu, dan pahatan batu. Ragam hias ini muncul dalam
bentuk-bentuk dasar yang sama namun dengan variasi yang khas untuk
setiap daerah. Dalam karya kerajinan atau seni Nusantara tradisional,
sering kali terdapat makna spiritual yang dituangkan dalam stilisasi
ragam hias.
Terdapat
ragam hias asli Nusantara, yang biasanya merupakan stilisasi dari
bentuk alam atau makhluk hidup (termasuk manusia), dan ada pula ragam
hias adaptasi pengaruh budaya luar, seperti dari Tiongkok, India,
Persia, serta Barat.
Jenis Motif Hias
Jenis motif hias dibedakan menurut sifat dan temanya. Menurut sifatnya ada dua jenis motif, yaitu motif hias geometris dan motif hias naturalis. Motif hias menurut temanya antara lain motif flora (tumbuhan), motif fauna (binatang),motif manusia, motif alam semest, dan motif abstrak.
![]() |
| Motif Geometri |
![]() |
| Motif hias naturalis |
Sabtu, 07 Januari 2012
Seni Musik Kutai ""
1. Musik Tingkilan
Seni musik khas suku Kutai
adalah musik Tingkilan, kesenian ini memiliki kesamaan dengan kesenian rumpun Melayu. Alat
musik yang digunakan adalah Gambus (sejenis gitar berdawai 6), ketipung (semacam kendang
kecil), kendang (sejenis rebana yang berkulit sebidang dan besar) dan biola.
Musik Tingkilan disertai pula dengan nyanyian yang disebut betingkilan. Betingkilan sendiri berarti bertingkah-tingkahan atau bersahut-sahutan. Dahulu sering dibawakan oleh dua orang penyanyi pria dan wanita sambil bersahut-sahutan dengan isi lagu berupa nasihat-nasihat, percintaan, saling memuji, atau bahkan saling menyindir atau saling mengejek dengan kata-kata yang lucu. Musik Tingkilan ini sering digunakan untuk mengiringi tari pergaulan rakyat Kutai, yakni Tari Jepen.
Musik Tingkilan disertai pula dengan nyanyian yang disebut betingkilan. Betingkilan sendiri berarti bertingkah-tingkahan atau bersahut-sahutan. Dahulu sering dibawakan oleh dua orang penyanyi pria dan wanita sambil bersahut-sahutan dengan isi lagu berupa nasihat-nasihat, percintaan, saling memuji, atau bahkan saling menyindir atau saling mengejek dengan kata-kata yang lucu. Musik Tingkilan ini sering digunakan untuk mengiringi tari pergaulan rakyat Kutai, yakni Tari Jepen.
Jumat, 06 Januari 2012
Arca Ganesha Satu-satunya di Indonesia Mulai Dirawat
Balai Penyelamatan Benda Purbakala Mpu Purwa Malang saat ini
mengonservasi arca Ganesha yang diperoleh dari rumah warga di Kota
Malang. Arca tersebut diyakini sebagai satu-satunya arca Ganesha di
Indonesia yang mengendarai musaka (tikus).
Arca Ganesha yang diambil dari rumah warga di Jalan Sambas nomor 10
Malang itu menurut arkeolog bidang klasik yang turut membantu Balai
Penyelamatan Benda Purbakala Mpu Purwa Malang, Suwardono, Selasa (31/3),
merupakan peninggalan Kerajaan Kadiri (abad ke-12). Arca tersebut
berukuran 40 X 22 sentimeter (cm), dan terbuat dari batu andhesit.
Arca Ganesha tersebut memiliki keistimewaan antara lain raut mukanya
tegas atau kaku, ada tali badhong di antara badan dan lengannya, ada
gambar tikus di pedestal (dudukan arca). Biasanya arca-arca Ganesha di
Indonesia semua pedestal-nya bergambar bunga teratai.
Arca ini sangat mencerminkan peninggalan Kerajaan Kadiri karena
memakai samboghakaya (perhiasan) sangat mewah. “Arca Ganesha yan g
menunggangi tikus ini memiliki filosofi tersendiri,” ujar Suwardono.
Tikus atau musaka, menurut Suwardono, artinya mencuri. Atau bisa
dibilang suatu ego/keakuan yang bisa menghancurkan diri. “Tikus
ditunggangi Ganesha ini menggambarkan bahwa ego atau keakuan itu
dikendalikan oleh dewa akal pikiran yaitu Ganesha. Ini menjadi falsafah
hidup tersendiri bagi manusia,” ujarnya.
Menilik hal tersebut, Suwardono memperkirakan arca Ganesha yang
ditemukan akhir 2008 lalu itu berfungsi menjaga tempat-tempat rawann
seperti pertemuan dua sungai, jurang atau lemmbah, dan sebagainya.
“Sementara ini kami menyebut arca Ganesha mengendarai tikus ini
satu-satunya di Indonesia setelah mengecek ke tiga lembaga yaitu Balai
Arkeologi Yogyakarta, Puslitbang Arkeologi Nasional Jakarta, serta Balai
Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Trowulan,” ujar Suwardono.
Dengan datangnya arca Ganesha tersebut, maka koleksi arca Ganesha di
Balai Penyelamatan Benda Purbakala Mpu Purwa Malang menjadi 14 arca.
Total seluruh koleksi balai tersebut adalah 121 benda terdiri dari arca,
fragmen bangunan, dan prasasti.
Meski sejumlah arca dan peninggalan bersejarah telah berulang kali
ditemukan, saat ini menurut Suwardono dan Sumantri masih ada belasan
benda-benda peninggalan bersejarah yang tercecer di luar balai. Misalnya
arca Stambha Singa di Dukuh Sempol Merjosari, Situs Karangbesuki, situs
Mbah Tugu di Celaket, dan sebagainya.
Arca dan situs-situs itu tidak semuanya mendapat perawatan memadai.
Jika kelompok prasasti/naskah kuno di Gereja Kayu Tangan dan arca Buddha
di Universitas Gajayana bisa dirawat dengan baik, beda dengan arca
Stambha Singa, misalnya, teronggok di tengah tegalan Desa Merjosari
dengan perawatan seadanya.
PEMBELAJARAN SENI LUKIS MENGGUNAKAN FINGER PAINTING
Menggambar dan mewarnai adalah kegiatan yang menyenangkan bagi
anak-anak. lewat menggambar, mereka bisa menuangkan beragam imajinasi
yang ada di kepala mereka. Gambar – Gambar Anak
yang mereka hasilkan menunjukkan tingkat kreativitas masing-masing
serta tingakat emosional anak juga biasa kita lihat dari cara dan hasil
gambar mereka, biasanya apa yang ada dalam bayangan mereka menjadi titik
fokus dalam menggerakkan jari dan tangan-tangan mungil mereka tanpa
merasa ada kesalahan obyektif dalam bayangan pikirian mereka.
Upaya orang tua dalam hal ini sangatlah membantu perkembangan bakat
dan kreatifitas anak dengan memberikan fasilitas dan support mental
terhadap mereka, berawal dari sekedar corat-coret anak-anak di dinding
berlanjut dengan mengarahkan mereka untuk menggambar di media yang telah
disediakan serta mendampingi juga memberikan penilaian pada hasil karya
mereka akan sangat berpengaruh dalam perkembangan emosioanl dan
kreatifitas anak. Penanaman kreatifitas dalam alam bawah sadar anak-anak
diyakini mampu mengembangkan imagenasi dan cara berfikir logis yang
dapat membantu menigkatkan kecerdasan akademik anak-anak.
BELAJAR MELUKIS DI SEKOLAH
Pada sekolah tingkat Taman kanak-kanak belajar sambil bermain atau
menggambar merupakan pembelajaran yang efektif dilakukan di sekolah
Taman kanak-kanak, sedangkan pembelajaran menggmabar untuk anak sekolah
tingkat SD akhir-akhir ini sangat kurang dalam durasi waktu pada
kurikulum mata pelajaran sekolah SD, mata pelajaran Seni Budaya dan
Ketrerampilan (SBK) masih belum cukup untuk mengeksplorasikan imagenasi
dan kreatifitas anak karena mata pelajaran SBK merupakan gabungan dari
keseluruhan Ilmu Kesenian, tidak bisa dipungkiri kegiatan menggambar
sangat digemari oleh anak-anak usia 4-12 tahun apalagi kurikulum tingkat
Sekolah Dasar akhir-akhir ini cukup menguras energi mereka, hal
tersebut kegiatan menggambar bisa kita gunakan untuk penyeimbang atau
merefhres ulang atau hiburan bagi anak-anak yang mungkin telah penat
dari berbagai macam mata pelajaran yang mereka terima dalam kegiatan
belajar mereka setiap hari.
Perlu adanya teknik khusus untuk membantu anak-anak SD agar mampu
menggambar maupun melukis dengan cara cepat, praktis dan hasilnya juga
indah. Jika kita mendalami secara khusus teknik menggambar atau melukis
ada berbagai macam cara, namun sebagai tenaga pendidik Sekolah Dasar
kita harus memikirkan cara tersendiri dimana teknik tersebut dapat
membantu mereka dalam menuangkan imagenasi dan kreatifitas melalui
kegiatan serta pembelajaran seni melukis. Melukis dan menggambar biasa
menggunakan alat-alat lukis yang sudah ada seperti cat air, pensil
warna, spidol, pastel atau krayon minyak, baru-baru ini sudah ada alat
lukis yang baru dan alat tersebut sangat tepat digunakan melukis untuk
anak-anak sekolah tingkat TK dan SD. Alat lukis ini biasa disebut krayon
kering atau pastel kering yang bahan bakunya dari cat air yang sudah di
desain khusus dan penggunaannya pun dapat mempermudah anak-anak dalam
menggambar dan penggunaannya juga sangat hemat.
PEMBELAJARAN SENI LUKIS MENGGUNAKAN TEKNIK FINGER PAINTING
Teknik melukis Finger Painting sudah sering kita dengar teknik ini
menggambar menggunakan jari dan tangan yang sering dipergunakan oleh
seniman untuk melukis jenis lukisan abstrak, Finger Painting adalah teknik melukis menggunakan jari dan tangan dengan cat air tanpa menggunakan kuas.
Di sekolah TK teknik ini diterapkan dengan menggunakan alat berbagai
macam pewarna untuk menggambar namun kita harus jeli dengan anak-anak
kita supaya menggunakan pewarna tersebut dengan benar agar tidak
beresiko.
Teknik Finger Painting yang dikembangkan oleh “Sanggar Pusara”
berbeda dengan cara menggambar yang biasa digunakan, teknik ini
menggunakan krayon kering dimana bahan krayon tersebut dibuat dari cat
air yang sudah di keringkan mudah digunakan dan hemat karena krayon ini
sangat sederhana dan cara penggunaannya cukup digoreskan di media gambar
kemudian di arsir menggunakan jari dan tangan untuk meratakan warna,
yang sangat menarik cara ini bisa digunakan mewarnai sekaligus melukis.
Untuk mengarahkan imagenasi anak-anak agar lebih sesuai dengan obyek
gambar krayon kering ini juga dilengkapi dengan pola gambar yang sudah
berbentuk obyek gambar. Cara ini memudahkan anak-anak menggambar dengan
harapan mereka mampu menuangkan imagenasi mereka tentang obyek-obyek
gambar disekitar mereka . Alat lukis juga bisa dihapus jika terjadi
kesalahan dalam menggambar serta finishing dalam menggambar dimana
kertas gambar yang sudah ada lukisannya bisa dicelupkan ke air dan
warnanya tidak akan luntur tekena air.
Haarapan kita dengan menggunakan teknik ini anak-anak didik kita akan
lebih kreatif dalam mengeksplorasikan imagenasi yang ada dipikaran
mereka dengan kegiatan melukis yang bisa beranfaat untuk masa depan
mereka sebagai genersi bangsa yang unggul dan kreatif.
BELAJAR UKIR KAYU
Banyak seni di bali yang di sukai diantaranya ada seni tari ,seni
batik seni ukir ,seni lukis ,seni patung dan masih bayak lagi
kali ini ini yang kita bicarakan adalah seni ukir kayu.seni ukir kayu
adalah seni yang tergolong populer bagi masyarakat bali khususnya daerah
kabupaten Gianyar,seni ukir kayu ,berbeda dengan seni ukir paras tetapi
teknik pengukiranya hampir mirip .di daerah gianyar ,darah batu bulan
mungkin tak asing lagi jika kita lihat di setiap rumah rumah penduduk
selalu kita temu anak anak yang sedang mengukir ,karna sudah menjadi
kebiasaan bagi anak anak di sana untuk membantu orang tuanya menambah
penghasilan ,dan secara tidak langsung seni ukir menjadi mata
pencaharian bagi masyarakat di sana
mungkin bagi sangat susah bagi orang tidak biasa ,tapi sebenarnya ada teknik teknik untuk mengukir .
mula mula ,kita diajari untuk bagai mana cara memegang pahat dan cara memukul palu kepahat dengan benar.
kedua ,kita mebuat lingkaran dengan pahat ,mungkin dalam teori di bali di kenal dengan nama Taluh KAKUL.
ini pun perlu proses yang lama untuk mendapatkan hasil yang benar benar bagus atau sempurna.
lalu selanjutnya membuat Kuping Guling ,lalu Patra ,patra seperti patra wayah dan patra yang lain
Langganan:
Postingan (Atom)




